Senin, 25 Maret 2019

BAHASA INDONESIA


  • DRAMA
       Drama adalah tiruan kehidupan manusia yang dipentaskan. Unsur intrinsik drama adalah unsur pembangun drama.
       Drama adalah karya sastra dalam bentuk dialog yang ditampilkan atau dipentaskan di atas panggung. Pada
saat bermain drama , pemain bermain di atas pentas dan langsung berhadapan dengan penonton. Jadi, pemain harus bisa berimprovisasi karena jika sudah di atas pentas, adegan tidak dapat diulang. Berbeda dengan sinetron jika ada adegan yang salah, adegan itu dapat diulang.

Agar dapat memerankan sebuah tokoh dengan baik, kita harus dapat menghayati karakter / watak yang diperan kan. Pada dialog  terdapat tanda kurung ( ... ) yang digunkana untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan seperti gerak, ekspresi tokoh dll.
Contoh :  Untuk mendaftar sekolah itu, siswa harus menyerahkan nilai UN ( Ujian Negara ).
                  Pelukis itu berasal dari ( kota ) Surabaya.
Unsur intrinsik drama antara lain sebagai berikut :
1.        Alur / plot         :  Jalannya cerita dari awal, timbulnya konflik, sampai penyelesaiannya
2.        Amanat             :  Pesan yang ingin disampaikan pengarang
3.        Tema                  :  Gagasan / ide pokok cerita. Misalnya persahabatan, nasihat berbuat baik, kejujuran dll.
4.        Dialog                :  Percakapan dalam drama
5.        Tokoh                :  Pelaku yang memerankan seorang tokoh dalam cerita. Penokohan adalah penggambaran
                          watak setiap tokoh.
                              Ada 3 macam tokoh, yaitu  :
§   Protagonis ( tokoh yang menampilkan kebaikan )
§   Antagonis  ( tokoh jahat )
§   Tritagonis  ( tokoh pendukung protagonis )
6.        Latar                  :  Tempat terjadinya peristiwa dalam drama
                               Struktur dasar drama ada 3 macam, yaitu :
§   Prolog  ( adegan pembukaan )
§   Dialog  ( percakapan antar tokoh )
§   Epilog  ( adegan akhir atau penutup )
         Hal yang harus diperhatikan saat membaca teks drama ;
1.       Lafal                       3. Intonasi
2.       Ekspresi                  4. Mimik


  • KARANGAN

                Karangan ada empat jenis, yaitu :
1.        Karangan Narasi, adalah karangan yang mengisahkan suatu kejadian yang berdasarkan urutan waktu.
Contoh
Pagi ini tak biasanya, Bayu bangun Pukul 05. 00. Selesai mandi, ia bersiap – siap dengan pakaian seragam merah putihnya. Setelah itu, ia membawa sarapannya berupa nasi dan ayam goring ke dalam kotak makan siangnya. Sampai di sekolah ia tak lagi terlambat. Ia datang lebih dahulu daripada teman – temannya. Ia tak langsung masuk kelas. Ia pergi ke belakang halaman sekolah. Rupanya, ia memberi sarapanya tadi kepada seekor kucing kecil.Ia menemukan kucing itu kemarin dan berniat memeliharanya di sekolah.  

2.        Karangan deskripsi, adalah karangan yang menggambarkan suatu keadaan atau kejadian.
Contoh :
Kamarku berukuran 2 x 3 meter.Warna kamarku sesuai dengan warna kesukaanku,warna hijau .Pintu kamarku berwarna kuning. Di sebelah kanan pintu terdapat meja belajar berwarna cokelat. Di depan meja belajar terdapat tempat tidur berukuran 1 x 2 m.Tempat tidurku terbuat dari kayu jati dan berkasur kapuk.

3.       Karangan Argumentasi, adalah karangan yang berisi pendapat untuk meyakinkan pembacanya.
 Contoh :
Warga Jakarta dilarang merokok. Larangan ini menjadi awal yang baik bagi pembentukan Negara Indonesia bebas rokok. Sejak diberitahukannya larangan ini setiap warga yang merokok di tempat umum akan diberi denda. Ini juga merupakan suatu cara yang ampuh karena dengan memberi denda maka warga yang merokok di tempat – tempat umum akam menjadi jera.

4.        Karangan Eksposisi , adalah karangan yang menjelaskan suatu gagasan.
        Contoh :
Bawang putih mengandung banyak gizi. Setiap kilo bawang putih segar mengandung air 6 – 7 ons. Selain itu bawang putih juga, mengandung protein sekitar 3 – 7 persen dan karbohidrat ( Zat gula, Zat tepung, dan Serat ), sebanyak 24 – 27 persen. Bawang putih juga mengandung lemak, mineral penting dan Bermacam – macam vitamin.

0 komentar:

Posting Komentar